Inspiration

3 Kesalahan Finansial Fatal Membuat Anak Milenial Sering Kehabisan Uang

Hampir semua anak muda punya masalah yang sama di akhir bulan, kehabisan uang. Padahal masih beberapa hari lagi sebelum mendapatkan gaji bulanan, ini sudah jelas merupakan kesalahan finansial fatal, namun sering kali dianggap enteng. Ini siklus yang terus menerus berulang, kapan bisa menyisihkan uang untuk tabungan.

Generasi milenial memang berpikiran terbuka, inovatif dan selalu mengejar hal baru. Namun mengabaikan hal kecil, seperti kebiasaan menabung, sehingga mendapatkan masalah yang tidak pernah selesai, utang. Padahal ada banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan keuangan, bukan menambah masalah yang ada.

Ada baiknya sejak muda pandai mengatur keuangan, bukan hanya membuat pembukuan dan perencanaan untuk perusahaan saja. Sejak dini harus bisa memanage diri sendiri, agar terhindari dari kesalahan finansial yang akan menjatuhkan lebih dalam. Dimana banyak orang masih percaya dengan penyelesaian jangka pendek, tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Bahkan CEO sekaligus penemu LearnVest, Alexa von Tobel, menyimpulkan jika anak muda yang berjiwa milenial itu berpotensi mengalami kesalahan finansial di saat muda dan menyesal setelah memasuki usia 40 tahun. Dimana tidak lagi bisa bekerja produktif dan membelanjakan uang kurang bijaksana, menerapkan pola hidup modern tanpa melihat berapa jumlah pendapatan.

Memang boleh saja mengikuti gaya hidup modern, namun lihat lagi berapa pendapatan yang dimiliki, jangan terus menerus besar pasak dari pada tiang, selalu pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan yang didapatkan setiap bulannya. Bahkan Alexa sudah membuat kesimpulan, ada 3 kesalahan finansial fatal yang banyak dilakukan anak milenial sekarang ini.

Baca Juga:  Investasi Bodong! Ini Cara Mengenali Dan Menghindari Penipuan

3 Kesalahan Finansial Fatal Yang Sering Dilakukan Anak Milenial

kesalahan finansial anak milenial

Sumber : blog.payrollbozz.com

  1. Memilih Menyewa Dari Pada Membeli Tempat Tinggal

    Hal basic yang harus dimiliki setiap orang adalah rumah, sedangkan anak muda yang baru memiliki penghasilan kecil tidak punya cukup uang untuk membeli atau membangun rumah. Menyewa jadi salah satu solusi tepat, namun kesalahan finansial anak milenial dalam menentukan tempat tinggal, terlalu tinggi menentukan ongkos sewa.

    Ada baiknya, di awal mulai bekerja, hanya menyewa kamar kos atau rumah tidak lebih dari 30 persen jumlah penghasilan, ini perhitungan bersih bukan kotor yang sudah dipotong dengan cicilan atau utang sebelumnya. Memang awalnya tidak ada kenyamanan, namun ini akan menuntut siapa pun mencari kenyamanan dengan bekerja lebih keras.

    Jika memang tidak ingin buang uang dengan menyewa rumah, kini sudah ada tawaran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) jangka panjang dengan cicilan minim. Ini bahkan bisa menyesuaikan besaran penghasilan, bahkan bank yang menentukan cicilan tidak boleh lebih dari 30 persen dari jumlah pendapatan, bahkan tidak boleh ada cicilan lainnya. Lebih bijak membeli rumah dalam bentuk cicilan dari pada terus menerus menyewa rumah.

  2. Tidak Punya Tabungan

    Anak milenial selalu mengabaikan tentang masa depan, bahkan tidak punya asuransi karena hanya buang uang. Padahal asuransi dan tabungan merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan diri sendiri, memang sekarang sehat dan tetap produktif, namun apa yang terjadi beberapa tahun mendatang.

    Kesalahan finansial anak milenial

    Sumber : suara.com

    Ada baiknya mulai sekarang menghindari kesalahan finansial fatal dengan menerapkan menabung gaji setiap bulan, tidak perlu terlalu besar, cukup 20 persen dari jumlah penghasilan. Ingat, jangan diambil dalam kondisi tidak penting, bahkan saat terjepit sekalipun jangan gunakan semua uang tabungan dan usahakan mengembalikan dalam jumlah yang sama.

    Ini akan sangat menolong, tabungan bisa diambil kapan saja karena menggunakan nama pribadi. Tetapi ada baiknya tidak menjadikan satu tabungan dan uang sehari-hari, tempatkan dalam rekening berbeda dan jangan miliki fasilitas ATM. Hal ini akan mempersulit mengambil uang, jika memang sangat membutuhkan akan berpikir jutaan kali sebelum menghabiskannya.

  3. Gaya Hidup Tidak Sepadan Pendapatan

    Jangan mudah tergoda mengikuti gaya hidup modern saat ini, memang menyenangkan, praktis dan terlihat status sosialnya. Anak milenial memang paling suka mengikuti apa yang sedang menjadi tren atau populer, agar terlihat kekinian dan sama seperti anak muda lainnya. Tapi ini sangat membahayakan kondisi dompet, karena anak muda suka bergaya lebih dari jumlah pendapatan yang dimiliki.

    Baca juga : 4 Trik Mudah Cara Menabung Gaji Setiap Bulannya

    Buat pengaturan keuangan terlebih dahulu, sebelum berfoya-foya dan menghabiskan uang bulanan. Memang tidak ada yang menghalangi untuk membeli atau bergaya hidup seperti apa, toh itu uang sendiri yang dihasilkan sendiri, kenapa harus mengatur. Namun jika tidak membuat aturan ketat mulai sekarang, akan mengalami banyak kesulitan finansial mendatang.

    Sudah banyak anak muda yang kini memasuki usia 35 tahun, namun belum punya penghasilan stabil. Hal ini karena kesalahan finansial yang terjadi terus menerus, jangan sampai hal ini terjadi. Memang pergi ke coffe shop boleh saja, namun pikirkan berapa frekuensinya dan berapa uang yang boleh dikeluarkan. Lawan yang harus dikalahkan adalah keinginan diri sendiri, jika sudah bisa mengendalikan itu semua maka hidup perlahan akan lebih baik.

Ada baiknya anak milenial mulai membuat pengaturan keuangan terbaik, buat dalam jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Kenapa? Agar masalah kesalahan finansial tidak akan pernah terjadi. Hilangkan kebiasaan utang di akhir bulan, memang akan dikembalikan di awal bulan, namun tidak ada semangat memulai hari dan bekerja jika utang sudah menumpuk.

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply