Relationship

4 Masalah Keuangan Ini Turut Andil Sebagai Pemicu Perceraian

Perceraian akan jadi mimpi buruk setiap pernikahan, tidak ada orang yang menikah dan ingin berpisah, bahkan ingin menjadikan ini pernikahan sekali dalam seumur hidup. Namun jika setiap hari hanya ada pertengkaran, akhir memilih jalan tengah untuk berpisah. Ada banyak sekali masalah yang terjadi, salah satunya masalah keuangan.

Persoalan finansial memang menempati urutan kedua sebagai penyebab hancurnya pernikahan, hal ini berdasarkan data dari Pengadilan Agama di daerah jawa barat, dimana menyebutkan hingga pertengahan tahun sudah ada lebih dari 6.000 perkara dan memutuskan ketuk palu dengan memisahkan dua orang yang sudah menikah.

Kenapa bisa masalah keuangan membuat dua orang yang saling cinta harus berpisah dengan drama panjang dan penuh air mata, hal ini karena muncul konflik yang tidak terselesaikan. Bisa jadi datang dari satu pihak, namun pihak lainnya tidak memberikan dukungan, bahkan terkesan menyalahkan. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini masalah finansial yang bisa menyebabkan perceraian.

4 Masalah Keuangan Jadi Penyebab Perceraian

masalah keuangan rumah tangga

Sumber : hipwee.com

  1. Tumpukan Utang

    Inilah penyebab utama masalah keuangan yang bermuara pada perceraian, awalnya memang utang disepakati berdua. Namun saat pendapatan tidak bisa menutupi tunggakan pembayaran cicilan utang, akan terjadi pertengkaran. Inilah yang disayangkan banyak konsultan keuangan, dimana idealnya, utang tidak boleh lebih dari 30 persen jumlah pendapatan bersih.

    Sehingga utang bukan lagi beban, melainkan bisa terbayarkan dengan suka rela karena merupakan kewajiban, tanpa mengabaikan kebutuhan setiap harinya.Pikirkan lagi saat mengambil utang, karena nominal yang akan dibayarkan kembali lebih besar, terlebih untuk utang jangka panjang seperti KPR rumah atau pengambilan kendaraan bermotor.

  2. Penghasilan Suami Istri Tidak Seimbang

    Dalam agama islam, sudah diajarkan bagaimana cara mencapai pasangan. Harus sesuai agamanya, ras (suku), parasnya dan status sosialnya. Hal ini untuk menghindari perceraian, masalah keuangan yang terjadi sekarang ini, pendapatan suami lebih kecil dari istri. Sehingga akan terjadi perubahan power dalam rumah tangga, dimana istri akan jadi kepala keluarga karena merasa memiliki pendapatan lebih banyak.

    Ini tidak bisa terjadi, pasalnya laki-laki sudah menjadi kondrat menjadi kepala keluarga dan memberikan pengaturan, bukan sebaliknya. Saat laki-laki sudah tidak lagi punya power dan dihargai dalam rumah tangga, maka perceraian tidak lagi terhindarkan. Apalagi dengan istri yang semena-mena dalam memutuskan hal, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

  3. Tidak Terbuka Dalam Hal Jumlah Penghasilan

    Ada baiknya setelah menikah, terbuka berapa jumlah penghasilan setiap bulannya. Bukan hanya akan menghindari masalah keuangan merusak rumah tangga, namun soal kepercayaan satu sama lain. Tidak ada salahnya terbuka dan mengatakan, kenapa larinya pendapatan dalam sebulan dan berapa yang akhirnya menjadi tabungan.

    masalah keuangan rusak rumah tangga

    Sumber : hipwee.com

    Ini akan memudahkan pengaturan berapa yang akan digunakan untuk rumah tangga dan tetap dipegang sendiri, istri tidak bisa memonopoli semua uang suami. Pasalnya laki-laki tetap punya kebutuhan lainnya yang bisa tidak diketahui istrinya, inilah yang terkadang menghancurkan dengan sendirinya. Apalagi jika sikap enggan mengeluarkan uang yang berkaitan dengan rumah.

  4. Perbedaan Pandangan Soal Finansial

    Ada baiknya setiap masalah di diskusikan bersama, agar mendapatkan jalan tengah yang bisa diterima keduanya. Namun apa yang terjadi saat pandangan soal finansial mulai berbeda, misalkan istri merasa jika penting untuk membuat rumah dalam kondisi nyaman dan aman. Sedangkan suami berpikir untuk melakukan investasi saja, toh sekarang tidak membutuhkan banyak uang.

    Baca juga : Waspada! Ini 5 Tanda Cowok PHP Dan Hanya Memanfaatkan Secara Materi

    Awalnya memang tidak masalah, namun saat salah satu pihak merasa keberatan karena mengeluarkan uang lebih banyak dalam urusan rumah tangga. Maka masalah akan datang, ini bukan hanya sekali namun berkali-kali, sehingga masalah keuangan jadi alasan utama perceraian. Sangat disayangkan, apalagi jika kedua pihak memiliki penghasilan masing-masing.

Ada baiknya masalah keuangan tidak pernah muncul dalam rumah tangga, inikan tujuan kenapa memberikan kebebasan pada istri untuk bekerja. Agar mendapatkan kehidupan lebih baik di masa depan, apalagi ada anak yang harus dipikirkan. Jika akhirnya bercerai, lebih baik pikirkan lagi baik dan buruknya, karena masalah finansial bisa diatasi lebih mudah dari persoalan lainnya.

Baca Juga:  Malu Bilang I Love You, Ini Cara Tunjukkan Cintamu

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply