Lifestyle

4 Prinsip Dasar Cara Hidup Hemat Ala Orang Jepang, Patut Ditiru!

Hidup hemat akan memberikan banyak kemudahan dalam hal finansial, namun pola hidup baik ini sulit sekali diterapkan. Coba ikuti cara hidup hemat ala orang jepang, dimana berhasil menerapkan pola disiplin dalam mengelola keuangan dan mendapatkan banyak kemudahan hidup. Bahkan untuk pekerja swasta mendapatkan kehidupan layak di masa tua.

Masyarakat di Negeri Sakura memang berdedikasi tinggi atas pekerjaan, bahkan sering kali tertidur saat bekerja. Istilah lembur bukan hal menyebalkan, melainkan memberikan kesempatan untuk lebih baik lagi. Kedisiplinan ini bukan hanya soal pekerjaan dan ketepatan waktu saja, melainkan dalam pengelolaan finansial. Dimana terbukti bisa hidup sederhana namun tidak mengalami kekurangan.

Pola hidup hemat ala orang jepang tidak menyiksa, namun membutuhkan kedisiplinan dan komitmen tinggi. Ini memang cukup menyiksa awalnya, namun jika sudah dijalani setiap harinya, maka akan merasakan manfaatnya. Salah satunya, menurunkan keinginan untuk belanja, ini yang diinginkan para wanita bukan.

4 Pola Hidup Hemat Ala Orang Jepang

pola hidup hemat ala orang jepang

Sumber : huffingtonpost.com

  1. Terapkan Kakeibo

    Ini merupakan teknik mengatur keuangan yang sudah diterapkan pada tahun 1900-an, hingga kini tetap diterapkan karena memberikan banyak kebaikan. Kuncinya hanya perlu menuliskan semua pengeluaran setiap harinya, hingga yang terkecil. Ini akan memberikan gambaran mana saja yang membuat pengeluaran membengkak.

    Bahkan ini bisa jadi bukti, apa saja yang membuat uang habis dan harus mengambil utang setiap akhir bulan. Lakukan evaluasi setiap akhir bulan, lihat lagi mana pengeluaran yang mengeluarkan uang terbanyak. Apakah masih bisa dikurangi atau digantikan (barang substitusi), ini akan lebih menguntungkan dari pada berhemat tanpa kejelasan.

    Hal tersebut membuat masyarakat Jepang memilih hidup minimalis saja, dimana tetap memiliki barang mewah dengan harga selangit, namun hanya barang yang dibutuhkan saja. Coba lihat lagi, barang yang sudah tidak digunakan hingga 60 hari ke depan, ini tentu memberikan gambaran jika barang tersebut tidak penting.

  2. Ketagorikan Pengeluaran Bulanan

    Masih mengikuti teknik Kakeibo, dimana harus mencatatkan semua pengeluaran. Maka pendapatan harus dibagi menjadi 4 kategori utama, pertama pengeluaran setiap harinya, ini meliputi makan, pembayaran biaya bulanan seperti cicilan, listrik, air dan telepon. Setelah itu pembayaran yang sewa rumah juga diutamakan.

    Kategori kedua, pengeluaran sekunder yang harus dilakukan namun bisa digunakan substitusi, misalkan membeli pakaian, hangout dengan teman atau me time. Ini semua bisa dilakukan atau tidak, biasanya inilah pengeluaran paling besar. Kategori ketiga, kultur. Jika mengikuti pola hemat ala orang jepang, ini seperti hal yang disukai, seperti membeli buku, menonton bioskop atau sekadar hobi.

    cara hidup hemat ala orang jepang

    Sumber : w24.co.za

    Kategori keempat, pengeluaran tak terduga. Ini biasanya terjadi jika tiba-tiba harus mengeluarkan uang lebih, seperti sakit, mobil masuk bengkel atau mengalami musibah. Ini harus disingkirkan dan tidak selalu dikeluarkan, maka jangan digunakan terus menerus. Karena pengeluaran tak terduga, biasanya jumlahnya sangat besar.

  3. Berpikir Panjang Sebelum Mengeluarkan Uang

    Menerapkan Kakeibo memang harus butuh komitmen kuat, namun awalnya coba setiap kali akan membeli barang baru, pikirkan lagi sejumlah uang yang akan dikeluarkan. Apakah ini sepadan dengan apa yang akan didapatkan nantinya, jangan menyesal setelah membeli satu barang namun ternyata bisa menggunakan barang lainnya.

    Baca juga : Jangan Malu, Ini Artinya Tahi Lalat di Dahi

    Kebanyakan wanita hanya berpikir singkat saat mengeluarkan uang, namun menyesal saat di rumah. Ini sebaiknya dihindari terlebih dahulu, jika tidak coba pikirkan barang substitusi yang lebih murah. Misalkan membeli barang, memang pakaian bermerk itu bagus dan awet namun tidak ada salahnya membeli saat diskon saja.

  4. Jadikan Menabung Kebiasaan

    Hal yang dipaksakan itu sangat tidak menyenangkan, seperti terpaksa harus membayar angsuran setiap bulannya, bahkan jumlahnya semakin tinggi saja. Ada baiknya membuat menabung menjadi sebuah kebiasaan, seperti yang dilakukan orang tua saat masih anak-anak dahulu. Tidak perlu langsung dalam jumlah besar, biasakan terlebih dahulu.

    Awalnya memang nominalnya kecil, namun terus menerus akan mengalami peningkatan bukan. Ini memberikan kenyamanan tersendiri, kebanyakan orang akan kecanduan menabung setelah melihat saldo tabungan. Ternyata jumlahnya banyak dan bisa digunakan untuk membeli barang yang diinginkan, sehingga menjadikan tabungan agenda bulanan.

Menerapkan pola hidup hemat ala orang jepang memang cukup sulit, membutuhkan niat dan komitmen yang kuat. Jika ingin hemat, coba lihat kebiasaan yang tidak memberikan manfaat. Seperti sarapan di luar atau harus membeli kopi di coffe shop setiap pagi, gantikan ini dengan membuat sarapan sendiri di rumah, bahkan jika bisa membawa bekal makan siang untuk menghemat pengeluaran makan siang di luar.

Baca Juga:  5 Cara Positif Menghadapi Kegalauan Hidup Untuk Resolusi 2019

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply