Jurang perceraian
Relationship

4 Tanda Pernikahan Sedang Menuju Jurang Perceraian

Semua orang menginginkan pernikahan, kamu juga bukan. Bahkan sangking sakralnya, banyak yang membuat janji jika ini akan menjadi sekali dalam seumur hidup. Walaupun kenyataannya, ada juga pernikahan kedua dan selanjutnya. Apakah dengan cinta saja sudah cukup, nyatanya ada banyak pernikahan di ambang jurang perceraian.

Hal ini terjadi karena ada banyak perbedaan, pertengkaran yang tidak pernah menemukan titik temu hingga rasa bosan. Sehingga jangan menikah atas nama cinta saja, kalian butuh komitmen kuat untuk mempertahankan ikatan suci tersebut. Selain itu, harus bisa menerima kekurangan masing-masing, inilah yang biasanya membuat cinta akan semakin pudar.

Bahkan John Gottman menulis pada bukunya, The Great Marriage, ada tanda pernikahan sudah berada di batas jurang perceraian dengan berbagai masalahnya. Kamu harus peka dan tahu apa yang akan terjadi nantinya, untuk pencegahan, ini memang sangat dibutuhkan. Sehingga bahtera rumah tangga akan tetap abadi hingga maut memisahkan.

4 Pertanda Pernikahan Sudah di Batas Jurang Perceraian

Pertanda Jurang Perceraian

Sumber : usaherald.com

  1. Kritikan Secara Pribadi

    Menjadi satu bagian dalam rumah tangga, tentu tidak boleh berat sebelah. Baik suami dan istri, harus tahu tugas dan kewajiban masing-masing. Nyatanya ini saja tidak cukup, di zaman modern saat ini wanita sudah setara dengan laki-laki, dimana bisa memiliki hal yang sama. Ini juga bisa jadi tolenrasi dalam rumah tangga.

    Perempuan tidak harus melakukan semua aktivitas di rumah, meskipun kamu jadi ratunya. Kebanyakan pasangan modern mempekerjakan asisten rumah tangga, ini sangat membantu. Tapi, kamu sebagai wanita tidak boleh lupa kodratnya. Lelah karena bekerja itu pasti, namun cobalah memahami kewajibanmu. Saat membandingkan secara pribadi, ini akan jadi masalah yang tidak kunjung usai.

  2. Mulai Keluar Kata Hinaan

    Ini hal yang kerap kali muncul saat pertengkaran hebat, dimana kedua pihak sama-sama merasa menang dan sudah jenuh dengan kondisi ini. Hal yang wajar jika keduanya akhirnya meminta maaf, namun akan di ambang jurang perceraian, jika kata hinaan sudah terlontar setiap harinya. Awalnya memang hanya kritikan yang tidak didengarkan, naik satu tingkat dengan sindiran yang berakhir dengan makian.

    Makin Jadi Jurang Perceraian

    Sumber : sheknows.com

    Ini sangat menyakitkan perasaan, apalagi jika sudah ada anak di tengah kalian. Bukan contoh yang baik bukan, dimana anak-anak sudah mengenal dan tahu kata makian sejak dini, bahkan sebelum keluar rumah. Keharmonisan keluarga sudah pasti luntur, bahkan kamu akan mempertanyakan apakah masih ada cinta di antara kalian berdua.

  3. Ego yang Menghancurkan

    Saat kondisi rumah tangga tidak stabil, jangan pernah menggunakan ego masing-masing. Ini akan semakin memperburuk suasana, kamu harus bisa melihat dari semua sisi, jangan hanya bertahan dengan pendapat masing-masing. Tidak akan ada titik temu, malahan nantinya akan bertemu dengan jurang pernikahan.

    Baca juga :5 Masalah Pengantin Baru Di Tahun Pertama Pernikahan 

    Hal yang tidak diinginkan semua orang, bahkan orang tua akan mengutuk hal tersebut. Dimana merasa gagal mendidik anaknya, dimana anak-anak yang nantinya akan menjadi korban. Coba gunakan akal sehat dan pikiran jernih, bagaimana cara menjembatani masalah tersebut. Jika memang sudah tidak ada solusi, perpisahan bisa jadi keputusan terbaik.

  4. Emosi Semakin Tinggi

    Menggunakan emosi dan kekerasan, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Ini hanya akan memperkeruh dan membuat kamu semakin sakit hati, percayalah semua wanita masih menggunakan perasaan saat menghadapi masalah apapun. Bahkan saat memaki, hati kecil tetap akan memberontak bukan, karena ini bukan kamu.

    Emosi akan menutup mata dan hati, sehingga tidak akan ada lagi cinta yang tersisa. Ini hanya akan mengantarkan pada jurang perceraian, karena menganggap sudah tidak ada solusi lagi. Jika sudah demikian, coba pikirkan banyak pihak, terlebih lagi anak-anak. Jangan egois, sudah ada pengikat di antara kalian berdua.

Baca Juga:  Tanyakan 5 Pertanyaan Penting Ini Sebelum Memutuskan Menikah

Saat rumah tangga sudah ada di ambang jurang perceraian, tidak ada salahnya mengingat masa bahagia bersama. Saat kamu dan dia memutuskan untuk jadi pasangan, menikah dan akhirnya punya anak. Kesampingkan dahulu amarah, ego dan emosi. Ini akan membuat kamu menyesal nantinya, keputusan terbaik adalah hal yang tidak akan menyakiti siapapun.

You Might Also Like...

No Comments

    Leave a Reply