Inspiration

5 Trik Rasional Saat Negosisasi Gaji, Pastikan Tidak Menyesal Kemudian

Tahap akhir interview kerja sebelum diterima adalah negoisasi gaji, ini hal yang sangat penting namun banyak diabaikan. Apalagi untuk pekerja baru fresh graduate, jangan berkecil hati karena tidak punya banyak pengalaman kerja. Tetap bisa nego gaji kok, sekalipun sudah ada penawaran yang diberikan perusahaan.

Apalagi jika merupakan lulusan dengan predikat cumlaude, lulusan universitas dari luar negeri atau siapa pun karyawan yang akan memulai bekerja. Gaji adalah hak yang harus diterima setiap bulannya, setelah bekerja. Bahkan gaji sebaiknya diperhitungkan sejak awal, sehingga tidak menyesal dan lebih semangat dalam bekerja.

Jangan menerima berapa jumlah pendapatan begitu saja, karyawan sekalipun masih calon punya hak untuk melakukan negoisasi gaji. Ini akan membuat Anda bisa lebih nyaman dan bekerja lebih baik, kebanyakan pekerja di Indonesia hanya bisa menerima gaji yang sudah ditetapkan. Sehingga menggerutu di belakang dan tidak bekerja dengan maksimal, hilangkan kebiasaan itu semua.

5 Tips Negoisasi Gaji Untuk Karyawan Baru

tips negoisasi gaji

Sumber : economy.okezone.com

  1. Mulai Percakapan Terlebih Dahulu

    Setelah deal dengan semua penawaran dan sudah ditempatkan pada bagian tertentu, hal yang paling riskan dan selalu dikatakan terakhir adalah soal gaji. Biasanya pihak perusahaan tidak akan membuka pembicaraan, kenapa tidak memulainya terlebih dahulu. Tidak ada salahnya memperjuangkan hak sejak dini mungkin bukan.

    Negosasi gaji harus dilakukan sebelum menandatangani kontrak kerja, ini akan jadi patokan berapa gaji awal yang akan diterima nantinya. Sudah jelas, posisi awal menentukan segalanya, tapi perusahaan biasanya akan melihat jenjang karir. Mulai dari usia saat pertama kali diterima, bagaimana nilai dan poin lebih saat memiliki pengalaman.

  2. Jujur Saja

    Tidak perlu berbelit belit dalam membuat negoisasi gaji, perusahaan sudah punya standar gaji yang ditetapkan. Namun membuka peluang untuk nego gaji sebelum mulai bekerja, ini jadi kewenangan pihak HRD dan keuangan, selaku bidang yang mengurus karyawan dan pengajian. Ada baiknya mengemukakan pendapatan dengan jujur saja, lihat apa yang Anda miliki.

    Jangan memanipulasi data yang ada, ini akan menimbulkan kecurigaan. Tanyakan lagi, apakah gaji tersebut bisa meningkat setelah bekerja atau stabil di posisi semula dan mendapatkan peningkatan gaji pada jenjang tertentu. Biasanya perusahaan swasta yang bonafide akan memberikan peningkatan gaji berdasarkan kinerja karyawan.

  3. Be Professional

    Hal yang harus dijunjung tinggi setiap karyawan adalah profesional dalam bekerja, apalagi soal negoisasi gaji. Jangan merendahkan atau membandingkan dengan hal lain, hilangkan gugup dan bicara terlalu cepat atau terbata-bata, ini akan memperlihatkan karyawan amatir dan masih baru dalam dunia kerja.

    cara negoisasi gaji

    Sumber : medium.com

    Selain itu, perusahaan besar bisa melihat bagaimana karyawannya dari sisi kepercayaan dirinya, gaji yang diberikan sekarang bisa saja rendah dan di bawah perhitungan, namun jika melihat bagaimana perkembangan. Kenapa tidak memilih bekerja dengan pihak swasta, ada banyak keuntungan, apalagi untuk anak muda kreatif dan inovatif.

  4. Pertimbangan Tambahan Gaji

    Biasanya perusahaan tidak hanya akan memberikan gaji pokok, ini terbagi dalam beberapa hal. Mulai dari gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan jabatan, hingga beberapa tambahan lainnya, seperti uang makan dan transportasi. Ini semua tidak masuk dalam gaji pokok, perusahaan hanya akan menawarkan gaji pokok, untuk melihat kesungguhan dari karyawan.

    Baca juga : Datang Ke Psikolog Bukan Aib, Berhenti Percaya 5 Mitos Ini

    Di babak akhir, sebelum memulai negoisasi gaji. Sebaiknya ketahui terlebih dahulu, berapa sebenarnya gaji yang akan diterima nantinya. Biasanya asuransi kesehatan dan tunjangan masa tua tidak masuk dalam hitungan, namun ini akan memberikan keuntungan sehingga tidak perlu khawatir saat sakit atau saat pensiun nantinya.

  5. Bersikap Tenang Dan Wajar

    Saat mengetahui nominal jumlah gaji, usahakan untuk tenang. Ekspresi wajah sangat mudah di baca, apakah ini jumlahnya lebih besar atau lebih kecil. Sehingga bisa melakukan negoisasi gaji, jika memang sudah lebih besar, bisa melakukan opsi nego atau tidak. Jika merasa kurang, jangan ragu untuk mengajukan penawaran.

    Ada baiknya tetap tenang, terkadang memang tidak semua penawaran akan di terima dengan mudah. Perusahaan juga butuh pertimbangan, apalagi jika gaji yang ditawarkan sudah standar dan diterapkan pada semua karyawan. Tentu tidak mudah mengubah aturan, usahakan tidak adu urat dan tetap tenang dalam situasi apapun.

Setiap karyawan memang punya hak melakukan negoisasi gaji sebelum mulai bekerja, jangan sampai menggerutu di belakang dan tidak bekerja maksimal hanya karena tidak mendapatkan gaji dalam jumlah yang diinginkan. Lebih baik, mengajukan nego di depan dan bekerja dengan baik, dari pada di pecat dengan tidak hormat.

Baca Juga:  5 Tips Mendapat Inspirasi Ide bagi si Wanita Kreatif

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply