Lifestyle

Hindari 5 Hal Ini Agar Tidak Masuk Penjara Gara-Gara Bermain Media Sosial

Hampir semua orang kini punya akun media sosial, bahkan masyarakat Indonesia jadi salah satu negara teraktif sebagai pengguna media sosial. Meskipun ada aturan batasan umur pengguna media sosial, namun nyatanya anak-anak sudah mulai bermain media sosial. Pernah dengar orang bisa masuk penjara gara-gara media sosial? Ya, ini memang benar terjadi.

Pasalnya tidak menggunakan media sosial dengan bijak, jangan salah dendanya hingga puluhan juta rupiah atau ancaman di penjara dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Hal ini karena ada banyak sekali penyalah gunaan media sosial, seperti tindakan bullying, kekerasan bahkan human trafficking. Hal inilah yang membuat pemerintah membuat tindakan tegas, bahkan belum bisa mengatasi semua masalah sosial yang terjadi.

Ternyata kini jangan sembarangan bermain media sosial, ada ganjaran setimpal bagi penyebar berita palsu atau hoax, bahkan berkomentar yang tidak sesuai atau mengatakan hal kasar bisa mendapatkan tindakan tegas. Dilansir dari hukum_online.com, ada beberapa hal yang bisa membuat pengguna medial sosial masuk penjara.

5 Tindakan Saat Bermain Media Sosial Bisa Bikin Masuk Penjara

bahaya bermain media sosial sembarangan

Sumber : abc.net.au

  1. Pencemaran Nama Baik

    Ini bukan hanya dalam ranah hukum saja, melainkan media sosial bisa menjadi bukti kuat seseorang mengadukan tindakan pencemaran nama baik. Ini terjadi karena tidak suka namanya menjadi buruk atau terlihat buruk di mata orang lain, hal ini bahkan sudah diatur sepenuhnya dalam Undang Undang, dimana hukumannya cukup berat.

    Siapa yang merasa nama baiknya tercemar, bisa mengajukan pasal 45 ayat (3) dan pasal 27 ayat 3 khusus untuk UU ITE. Ini terjadi jika mengirimkan komentar yang tidak menyenangkan pada akun orang lain, ancamannya cukup berat. Mulai dari penjara maksimal 4 tahun atau membayar denda hingga 750 juta rupiah, hanya karena membuat komentar yang tidak menyenangkan di media sosial orang lain.

  2. Body Shaming

    Ini tindakan yang tidak pernah dibenarkan, pasalnya tidak bisa mengomentari fisik orang lain. Mulai dari ukuran, perbedaan warna kulit hingga adanya perbedaan fisik lainnya. Bahkan dilansir dari Oxford living distionery, melakukan tindakan body shaming saat bermain media sosial merupakan tindakan penghinaan ringan, bisa menjadi berat jika ini berubah menjadi makian dengan kata-kata kasar.

    Hal tersebut banyak terlihat, apalagi untuk postingan dari public figure. Adanya haters atau sekelompok orang yang kurang suka, pasti akan berkomentar negatif yang sangat menyakitkan saat di baca. Jika pemilik akun tersebut tidak terima, bisa dikenakan hukuman penjara hingga 4 tahun atau denda maksimal hingga 750 juta rupiah, jadi hati-hati bagi para haters.

  3. Komentar Hoax

    Semua orang mengecam berita hoax, dimana sering kali hanya mengambil satu potong tanpa penyelesaian yang jelas. Tujuan utama untuk menarik perhatian masyarakat pada hal yang dianggap menakutkan atau memancing rasa penasaran, berita bohong memberikan efek negatif dan bisa merugikan orang lain.

    bijak bermain media sosial

    Sumber : htxt.co.za

    Hukumannya tidak ringan, maksimal kurungan penjara hingga 10 tahun, hanya karena bermain media sosial dan membuat berita hoax. Hal ini sesuai dengan pasal 14 ayat 1 dari UU No.1 tahun 1946, dimana menyebutkan barang siapa mengeluarkan pemberitahuan atau berita palsu tanpa dasar yang pasti dan nantinya bisa jadi sumber keonaran di masyarakat, maka bisa dikenakan sanksi penjara hingga 3 tahun.

    Ada juga pasal 15 UU No.1 tahun 1946, menyebutkan barang siapa yang bermain media sosial dan menyiarkan kabar yang belum jelas kebenarannya atau melebihkan satu kabar, bahkan memberikan kabar yang tidak lengkap. Dimana nantinya menyebabkan keresahan dan keonaran di masyarakat, maka bisa terkena penjara hingga 2 tahun. Bayangkan saja, jika dua pasal berlapis itu dijatuhkan, minimal harus mendekam di penjara hingga 5 tahun.

  4. Komentar Bernada Ancaman

    Ini hal yang sering kali terlihat di postingan public figure, baik di dunia artis maupun tokoh besar yang dikenal masyarakat. Komentar bernada negatif dan sering kali menyinggung, ini akan berubah serius jika sudah disertai dengan nada ancaman. Bermain media sosial sejatinya untuk mempermudah komunikasi, bukan menebar ancaman yang meresahkan masyarakat.

    Baca juga : Segera Berubah Saat Merasa Salah Pilih Karir di Usia 20an

    Hal ini membuat terbitnya pasal 45B UU ITE yang sudah mengalami perubahan, dimana akun media sosial yang memberikan berita atau komentar bernada ancaman, baik secara fisik maupun mental, bisa ditujukan pada pribadi atau kelompok, maka bisa terkena hukuman penjara maksimal 4 tahun bahkan denda hingga 750 juta rupiah.

Maka dari itu, kini pemerintah mengimbau pada semua masyarakat untuk lebih bijak saat bermain media sosial. Jadikan ini sebagai alat mempermudah komunikasi dalam hal positif, bukan menyakiti atau menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Jangan kita dengan menggunakan fake account (akun palsu), tidak akan terlacak pihak berwajib, siapa yang salah dan melanggar aturan maka akan dikenakan hukuman setimpal.

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply