Body & Skin Care

Kenali Gejala Diabetes Yang Banyak Diabaikan Anak Muda

Diabetes merupakan penyakit tidak belum ada obatnya hingga kini, apa yang ada sekarang hanya untuk mencegah dan menstabilkan diabetes saja. Ini merupakan penyakit genetika dan kesalahan pola makan, jangan salah beberapa penderita datang dari kalangan menengah ke bawah, dimana kini gejala diabetes banyak terlihat pada anak muda.

Jangan sampai bertindak konyol dengan terlalu menikmati hidup sehingga membahayakan kesehatan, pasalnya lebih baik mencegah dari pada mengobati. Apalagi penyakit diabetes akan menyebabkan komplikasi pada penyakit lainnya, ini akan memicu ganggua ginjal, obesitas, penunaan dini hingga gangguan lainnya.

Jangan sampai penyakit ini mengegogoti anak milenial yang sedang tumbuh kembang menjadi lebih baik, ada baiknya menyimak apa saja gejala diabetes, sehingga bisa melakukan langkah pencegahan secara dini. Ini akan sangat baik untuk kesehatan jangka panjang, langkah kecil yang memberikan dampak besar di masa depan.

5 Gejala Diabetes pada Anak Milenial

gejala diabetes

Sumber : khoobsurati.com

  1. Mudah Lapar dan Haus Tanpa Sebab

    Inilah gejala diabetes yang umum ditemukan pada anak milenial, dimana selalu merasa lapar dan haus, padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berlebihan. Hanya bekerja di belakang meja dan mengolah data, kenapa bisa sering lapar dan haus tanpa sebab. Hal ini ternyata ada hubungannya dengan produksi hormon yang mulai tak terkendali.

    Pasalnya hormon insulin pada tubuh tidak berproduksi dengan sempurna, dimana hormon insulin akan mengubah kadar gula menjadi glukosa yang akan diteruskan pada sumber energi. Jika gula tidak diubah, maka akan terjadi penumpukan dan membuat kadar gula meningkat, ada baiknya jika ini sudah terjadi maka periksa ke dokter untuk mengetahui penyakit pastinya.

  2. Lebih Sering Buang Air Kecil

    Jika punya kebiasaan minum air putih lebih banyak, maka tidak heran akan sering ke kamar kecil untuk buang air kecil, namun jika tidak suka minum air putih tapi sering buang air kecil, maka bisa jadi gejala diabetes. Hal ini karena kinerja ginjal menjadi lebih berat, apalagi jika lebih sering minum atau konsumsi minuman keras.

    Sehingga kinerja ginjal dua kali lipat, ini akan memicu timbunan di kantong kemih yang mengakibatkan sering ke kamar kecil. Jika sudah demikian, coba lihat pola makan. Apakah sudah seimbang, konsumsi sayur dan buah dengan protein atau makanan berlemak. Jika lebih tinggi, coba kembali ke pola hidup sehat dan lihat seberapa sering bolak balik ke kamar kecil.

  3. Perut Sering Mual

    Jika telat makan maka perut akan terasa mual akibat kenaikan asam lambung, tapi jika makan teratur dengan cukup, kenapa perut sering terasa mula? Hal ini karena kekurangan hormon insulin, bukan hanya mengubah gula menjadi energi, namun juga mengontrol penyerapan lemak dalam tubuh, selain itu terjadi peningkatan produksi keton.

    perut sering mual gejala diabetes

    Sumber : parents.com

    Jika sudah demikian, keton akan memicu perut mengalami mual tanpa kejelasan, ini gejala diabetes yang cukup serius, sekalipun tidak punya faktor genetika dari keluarga. Kelebihan produksi keton akan menyebabkan diabetic ketoacidosis, ini sangat berbahaya. Ada baiknya jika sering mengalami mual tak jelas, apalagi setelah makan segera kontrol ke dokter.

  4. Mengalami Penurunan Berat Badan Drastis

    Gejala diabetes khususnya untuk tipe 1, akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Padahal tidak melakukan program diet dan tetap menjalani pola hidup sehat pada umumnya saja, ini gejala umum yang hampir dialami semua penderita. Pasalnya terjadi gangguan di pankreas, sehingga berhenti bekerja untuk memecah glukosa.

    Baca juga : Sering Sembelit? Lancarkan Sistem Pencernaan Dengan Buah Ini

    Akibatnya, tidak akan ada cadangan energi dan menyebabkan penumpukan gula yang dapat memicu kenaikan kadar gula darah. Selain itu, gangguan pada pankreas juga menyebabkan pemecahan lemak dalam tubuh terganggu, sehingga terjadi penurunan berat badan secara drastis, ini akan meliputi semua bagian tubuh dan membuat wajah menjadi terlihat lebih tirus namun tidak terawat.

  5. Kerusakan Sistem Saraf

    Pernah mengalami gangguan pada pergerakan tubuh, dimana perintah otak ditanggapi tidak semestinya, ini akibat gejala diabetes. Dimana terjadi kerusakan bagian sistem saraf, ini di mulai dari bagian otak, dimana rangsang tidak akan sesuai tindakan, jika terjadi jangka panjang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga serangan stroke.

    Gejala ini awalnya hanya terjadi pada orang usia di atas 45 tahun, namun kini banyak anak milenial mengalami kerusakan sistem saraf dengan pola hidup modern yang dianggap tidak memberikan manfaat untuk tubuh. Harus ada keseimbangan, mulai dari menjaga pola makan sehat, pola hidup seimbang, harus bisa membuat jadwal kapan waktunya bekerja, bersenang-senang dan beristirahat.

Hampir semua gejala diabetes di atas di sebut ringan dan terjadi setiap harinya, ini memang tidak memberikan banyak efek samping sekarang, namun akan sangat berpengaruh 2 hingga 3 tahun mendatang jika tidak mengalami perubahan apapun. Coba periksa ke dokter dan lihat kondisi tubuh, minimal 6 bulan sekali untuk melihat apakah ada gangguan dan gejala penyakit mematikan, sehingga bisa melakukan pencegahan dini.

Baca Juga:  3 Ritual Sebelum Tidur Dapat Mencegah Keriput Dan Penuaan Dini

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply