Culinary

Tips Hangatkan Makanan Tanpa Basi Dan Bau

Jangan suka membuang makanan, ada baiknya menyimpan dan nantinya bisa hangatkan makanan kembali untuk disajikan. Inilah trik agar tetap hidup hemat, pasalnya tidak mungkin memasak dalam jumlah besar terus menerus, nantinya pasti ada makanan sisa dan di buang pada akhirnya. Namun tidak sembarang cara untuk menghangatkan makanan kembali.

Ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dihangatkan, seperti bayam, ini akan menyebabkan racun. Selain itu, perhatikan juga jenis makanan, tidak bisa dicampur begitu saja saat dipanaskan dan membutuhkan waktu berbeda dalam proses menghangatkan makanan. Jangan sampai, hanya konsumsi sampah tanpa ada kandungan nutrisi dan vitamin.

Ini hal kecil yang harus diketahui ibu rumah tangga, apalagi jika ingin menerapkan gaya hidup sehat pada keluarga kecilnya. Ada cara tepat untuk hangatkan makanan kembali, tanpa menjadi basi dan menimbulkan bau tak sedap. Jangan sampai, saat menghidangkan makanan kembali semua orang akan kehilangan selera makan.

5 Cara Tepat Hangatkan Makanan Kembali

cara hangatkan makanan

Sumber : dailyhealthpost.com

  1. Gunakan Api Sedang

    Jika ingin menghangatkan kembali makanan dalam bentuk kuah, bersantan kental seperti gulai atau masakan siap saji seperti tumisan. Ada baiknya menggunakan api sedang di kompor saja, ini lebih praktis dan aman. Tidak perlu lama untuk hangatkan makanan kembali, cukup 5 menit saja dan segera sajikan, agar tetap terlihat fresh.

    Kenapa harus menggunakan api sedang, ini untuk menghindari gosong, tekstur makanan hilang dan panasnya bisa merata pada semua makanan. Jangan sampai memanaskan terlalu lama, ini bisa membuat makanan berganti cita rasa, biasanya akan terasa lebih asin dan pedas jika terlalu lama dihangatkan.

  2. Hanya Sekali Dihangatkan

    Jangan memasak makanan terlalu banyak, jika hanya akan di konsumsi sedikit orang, ini akhirnya akan di buang, kecuali memang ingin makan besar (mukbang). Memang boleh menghangatkan makanan kembali, seperti makanan berkuah atau bersantan kental, namun tidak disarankan dilakukan berulang kali, cukup sekali saja.

    Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan bentuk, tekstur dan rasa makanan. Ini berlaku untuk beberapa jenis makanan, seperti susu, pasta, krim, daging (akan terasa lebih alot dan keras, saat terlalu lama dan banyak dipanaskan), saus dan nasi. Sebaiknya hanya dihangatkan sekali saja, khusus untuk nasi ada baiknya dihangatkan dalam suhu tetap, misalkan ditempatkan di magic com.

  3. Tetap Diaduk Saat Dipanaskan

    Usahkan tidak meninggalkan masakan saat hangatkan masakan, ada baiknya sambil mengaduk saat di panaskan. Sehingga panas akan merasa di seluruh makanan, tidak mudah gosong dan tidak mengubah tekstur masakan. Penggunaan api sedang jadi pilihan terbaik, apalagi jika jumlah masakan tinggal sedikit dan ingin dimakan kembali.

    tips hangatkan makanan

    Sumber : wikihow.com

    Jangan terlalu lama menghangatkan makanan, beberapa jenis makanan mudah rusak teksturnya, ini akan membuat kandungan makanan jadi hilang bahkan menguap begitu saja. Saat hangatkan makanan, sebaiknya beberapa menit saja atau hingga suhu makanan meningkat sedikit dan enak untuk di konsumsi saja.

  4. Berikan Lapisan Aluminium Foil Untuk Penggunaan Oven

    Tidak mau repot, bisa hangatkan makanan dengan cepat jika memiliki oven. Namun pastikan semua jenis makanan yang masuk oven nantinya, dilapisi aluminium foil terlebih dahulu. Ini untuk mendapatkan tekstur makanan tetap seperti aslinya, beberapa jenis makanan yang dipanaskan kembali sering kali berubah rasanya.

    Baca juga : 5 Minuman Sehat Efektif Atasi Jerawat

    Alat memanggang memang bisa memanaskan kembali makanan seperti gorengan, roti, bahkan pizza, sehingga lebih enak saat di makan kembali. Jika memang tidak ada aluminium foil dalam bentuk gulungan, bisa menutup atau menggunakan tempat dengan lapisan aluminium foil, ini akan memberikan rasa yang tetap.

  5. Hindari Wadah Plastik Jika Memanaskan Dengan Microwave

    Ada alat modern yang lebih praktis lagi untuk hangatkan makanan, microwave. Ini sangat praktis dan dapat digunakan siapa pun, bahkan menggoreng telur juga bisa dilakukan tanpa harus menunggu dan risiko terkena cipratan minyak. Namun ada baiknya membaca penggunaan microwave dengan baik dan bahan apa saja yang boleh masuk.

    Kebanyakan alat rumah tangga menggunakan plastik, ini material yang tidak boleh masuk dalam microwave, karena dapat meleleh dan menjadi racun untuk makanan. Bahkan banyak kasus terjadi di luar negeri, microwave meledak dengan adanya wadah plastik di dalamnya. Ini tentu sebuah peringatan tegas, jika ingin ingin merasakan keracunan makanan sendiri.

Ada baiknya tidak sering hangatkan makanan, lebih baik memasak dalam jumlah kecil saja dan langsung dihabiskan. Ini bahkan lebih sehat, apalagi jika masak sayuran dengan cara di tumis. Lebih baik, menumis makanan atau sayur dalam kondisi segar dan langsung di konsumsi tanpa sisa, dari pada harus menghangatkan makanan kembali.

You Might Also Like...

1 Comment

Leave a Reply